Minggu, 24 Januari 2010

Arung Jeram Pangalengan

Sungai Palayangan – Pangalengan, adalah salah satu sungai yang menjadi pilihan terbaik kegiatan arung jeram di Bandung . Debit air yang stabil sepanjang tahun, pemandangan yang indah serta air sungai yang jernih menjadi nilai tambah sungai Palayangan ini. Terletak 45 km di selatan Bandung , tepatnya di kota Pangalengan yang terkenal sebagai daerah penghasil susu dan sayuran.
Titik start kegiatan arung jeram berada di lokasi wisata Situ Cileunca, pada ketinggian 1200 m dpl dengan suhu antara 18-26 derajat C. Situ Cileunca merupakan danau buatan dengan luas lebih dari 14.000 m2, dikelilingi oleh hutan pinus perkebunan teh serta kebun sayuran yang dimiliki oleh masyarakat setempat. Pada kondisi normal, debit air adalah 2 m3 perdetik, sedang pada musim hujan dengan volume air yang melimpah debit air dapat mencapai lebih dari 4 m3 per detik.

Sungai Palayangan tergolong pada sungai dengan tingkat kesulitan Class III – IV (pada skala I – IV), lebar sungai yang hanya berkisar 3-4 m dengan lintasan pengarungan sepanjang 6 km dan gradien 30-60 derajat menjadikan arus sungai cukup deras. Kegiatan arung jeram di Sungai Palayangan mampu meberikan tantangan yang menjanjikan bagi para pecinta arung jeram.


Jalannya Pengarungan

Pengarungan yang telah direncanakan bertaon-taon akhirnya terwujud juga..Tanggal 4 Mei 2008, bertepatan dengan selesainya kegiatan outbound yang diprakarsai oleh Anton, Seno, GDZ, Komeng yang diadakan di tepi Situ_Cileunca. Setelah selesai semua kegiatan outbound, pukul 3 tet, diawali dengan stretching (untuk melemaskan otot-otot yang sudah 36 taon tidak megang dayung…kata om clg), kemudian menyusun team pengarungan, perahu 1 diisi oleh Anton, GDZ, Komeng, Copet, Fitri dengan formasi 2-2-1. Sedangkan perahu 2 diawaki oleh Coro , Clg, Seno, Joko (Unpad), Boy (Gegama) dengan menggunakan formasi yang sama, yaitu 2-2-1.

Start dimulai dari outlet situ..begitu melihat sungai..(yang diwakili oleh jeram selamat datang)..Cuma satu kalimat yang muncul dari mulut om clg “koq medeni….???”, ternyata dia tertipu, katanya sungainya fun, ternyata……, tapi dia gak punya cukup nyali untuk balik kanan (pulang red..). So…dimulailah pengarungan dimana kita tidak dikasih banyak waktu oleh sungai untuk bersimulasi menyegarkan teori yang telah tertutup memori, bagaimana tidak, lokasi start hanya berupa dermaga yang berjarak 2 meter dari jeram selamat datang..dan jreeeng…selamat datang pun sukses dilewati oleh perahu 1 dan 2. Jeram selanjutnya adalah …. (sori aku lali jenenge..). Yang jelas jeram ini punya nama baru, yaitu jeram komeng…hehehe (komeng njungkel soale..), jeram ini punya drop hole kurang lebih 1,5 m..na si komeng ini kurang mengantisipasi kondisi perahu yang agak kempes, jadi pas nglewati drop hole tsb, sukseslah komeng mencelat… Jeram ke-3 adalah jeram domba (pernah ada domba kecemplung truz ga keliatan batang idungnya lagi sampe sekarang…), lagi-lagi drop hole bikin masalah, cukup tinggi juga seh sampe komeng mencelat lagi, kali ini ga ke air, tapi nubruk bojoku (meh nesu janne…hehehe, gojek meng). Nah..sekarang giliran mascot pangalengan harus kita hadapi, jeram kecapi..pas nengok ke perahu sebelah, muka om clg putih kayak ga ada darah..Tapi bener kok, jeram ini cukup bikin jiper..bahkan seorang skipper sekaliber komeng jadi ciut nyalinya..

Jeram ini punya karakteristik cukup unik, dengan panjang sekitar 200 meteran dengan gradient cukup curam (para rencue darat yang nunggu di ending jeram kecapi keliatan keciiil), dihiasi drop hole yang bervariasi ketinggiannya (1,5-2,5 m) serta jalur yang cukup sempit (ngepres bgt satu perahu), maka cukup layak jeram ini dikategorikan masuk grade IV..Perahu 1 sukses melewati kecapi, yang kemudian standby dengan rescue kit untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan..Pas ketika perahu 2 melewati kecapi, tepatnya di drop hole terakhir, apes buat om clg…buggg…, entah sengaja entah tidak ujung dayung coro tepat menghantam matanya, sukseslah matanya om clg jadi bengkak + biru lebam, tapi malah anton yang sueneeng buanget liat kejadian itu, kayak dapet durian runtuh dia (keto’e ada gendam pribadi kie…). Setelah jeram kecapi, jeram-jeram selanjutnya cenderung lebih mudah dilewati (III kebawah) dan cocok buat nge-fun lah, yang jelas pengarungan ini cukup membekas bagi om clg (dihati sama dimatanya he..he..)

Sumber :
http://mapalasttl.org/index.php?option=com_content&task=view&id=64&Itemid=36
10 Mei 2008

1 komentar: